Ujian Nasional pada setiap pelaksanaannya selalu menuai pro kontra. Hal ini semata-mata adalah ketidaksiapan seluruh komponen yang berhubungan dengan dengan pelaksanaan ujian nasional. Ketakutan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak menakutkan. Beberapa hari lalu diberitakan 16 kepala sekolah di Propinsi Bengkulu ditangkap oleh yang berwajib karena mengerjakan soal ujian nasional dan kemudian disebarkan kepada siswa. Jika sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan. Sistem-kah. Depdiknas-kah. Sekolah-kah. Guru-kah. Atau Murid-kah. Atau kah-kah yang lain.
PTK Teknik Listrik: Pembelajaran Kooperatif
ABSTRAKSI
MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN PERENCANAAN
INSTALASI LISTRIK DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF
SISWA KELAS 2 INSTALASI LISTRIK SMK NEGERI 1 TUBAN
TAHUN PELAJARAN 2002/2003
Oleh :
Drs. ABDUL WAHAB
NIP 131 637 836
Kata Kunci: Minat Belajar, Kemampuan, Perencanaan Instalasi Listrik
MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN PERENCANAAN
INSTALASI LISTRIK DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF
SISWA KELAS 2 INSTALASI LISTRIK SMK NEGERI 1 TUBAN
TAHUN PELAJARAN 2002/2003
Oleh :
Drs. ABDUL WAHAB
NIP 131 637 836
Kata Kunci: Minat Belajar, Kemampuan, Perencanaan Instalasi Listrik
Penelitian ini menggunakan teknik penelitian tindakan kelas yang dimaksudkan untuk menemukan metode-metode yang tepat dalam proses pembelajaran di kelas. Penemuan metode-metode ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mata pelajaran Perencanaan Instalasi Listrik.
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah:
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah:
- Meningkatkan kemampuan siswa dalam penguasaan materi Perencanaan Instalasi Listrik dengan mengoptimalkan pembelajaran kooperatif.
- Meningkatkan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran kooperatif sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Perencanaan Instalasi Listrik
- Secara klasikal terjadi peningkatan minat siswa kelas 2IL2 dari semula termasuk kategori baik (skor 70) termasuk kategori sangat baik (Skor 90).
- Terjadi peningkatan jumlah siswa yang termasuk mempunyai minat sangat baik dari semula sejumlah 6 siswa (17%) menjadi sejumlah 25 siswa (71%).
- Terjadi peningkatan jumlah siswa yang termasuk mempunyai minat baik dari semula 6 siswa (17%) menjadi sejumlah sejumlah 10 siswa (29%).
- Terjadi penurunan jumlah siswa yang termasuk mempunyai minat cukup dari semula sejumlah 12 (34%) menjadi sejumlah 0 siswa (0%).
- Terjadi penurunan jumlah siswa yang termasuk mempunyai minat kurang dari sejumlah 8 (23%) menjadi sejumlah 0 siswa (0%).
- Terjadi penurunan jumlah siswa yang termasuk mempunyai minat sangat kurang dari sejumlah 3 (9%) menjadi sejumlah 0 siswa (0%).
Informasi sharing dapat menghubungi Pak Cip Guru SMK Negeri 1 Tuban
087856033725
e-mail: cipto_smk1tbn@yahoo.co.id
PTK Teknik Listrik: Media Multimedia
ABSTRAKSI
PEMANFAATAN MEDIA MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN DAYA
ABSTRAKSI DAN KEMAMPUAN PENERAPAN KONSEP DASAR LISTRIK
SISWA KELAS 1 INSTALASI LISTRIK SMK NEGERI 1 TUBAN
TAHUN PELAJARAN 2004/2005
Oleh:
Drs. ABDUL WAHAB
NIP 131 637 836
Kata Kunci: Media Multimedia, Daya Abstraksi, PKDL
PEMANFAATAN MEDIA MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN DAYA
ABSTRAKSI DAN KEMAMPUAN PENERAPAN KONSEP DASAR LISTRIK
SISWA KELAS 1 INSTALASI LISTRIK SMK NEGERI 1 TUBAN
TAHUN PELAJARAN 2004/2005
Oleh:
Drs. ABDUL WAHAB
NIP 131 637 836
Kata Kunci: Media Multimedia, Daya Abstraksi, PKDL
Jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung (Aqib, 2003:49). Penelitian ini diarahkan untuk menetapkan sifat suatu situasi pada waktu penelitian dilaksanakan.
Tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini adalah:
- Mempersiapkan strategi pembelajaran untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam mata diklat Penerapan Konsep Dasar Listrik (PKDL).
- Meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam mata diklat dengan metode pembelajaran menggunakan media multi media.
- Meningkatkan daya abstraksi dan prestasi belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran berupa media multimedia.
- Terjadi peningkatan ketuntasan belajar siswa secara klasikal dari semula nilai rata-rata 72 (studi pendahuluan) menjadi rata-rata 85.
- Terjadi peningkatan daya abstraksi siswa dengan kategori sangat baik sebesar 31% dari 3% menjadi 34%.
- Terjadi peningkatan daya abstraksi siswa dengan kategori baik sebesar 52% dari 11% menjadi 63%.
- Terjadi penurunan daya abstraksi siswa dengan kategori cukup sebesar 43% dari 46% menjadi 3%.
- Terjadi penurunan daya abstraksi siswa dengan kategori kurang sebesar 20% dari 20% menjadi 0%.
- Terjadi penurunan daya abstraksi siswa dengan kategori sangat kurang sebesar 20% dari 20% menjadi 0%.






